SETIAP ORANG BISA MEMBEBASKAN PALESTINA

Sunday, 26 January 2014

Negara Saljukiyah (Turki) dan Palestina


Dari pembahasan sebelumnya, terungkap bahwa kelemahan kekhilafahan Islam dari tahun 247 H, maka kekhalifahan hanya bersifat formalitas saja. Khalifah al-Mutawakil dibunuh oleh komandan tentara Turki. Negara itu kemudian bergolak dari sisi aparat negara dan penguasaan atas militer. Maka hal ini sudah menjadi tradisi di tangan mereka. Di sisi lain pemerintahan sibuk bersenang-senang, bermegah-megahan. Maka bangsa Syiah dan Fatimiyun menguasai negara tersebut.
- Pada tahun 432 H/1040 M. kaum Saljuq menguasai Farsi dan sebelah utara Maroko, Armenia, Asia Kecil (Turki), Bagdad tahun 1055 dan menang
- Pada tahun 464 H/1071 M. kerajaan Saljuk terpecah setelah meninggalkan Sultan Malik Syah.
- Tahun 489 H/1096 M. Kesultanan Faris, Khurosan, Halib, Damascus, Saljuq Romawi. Saat itu, Palestina mengikuti pemerintahan Damascus dan terjadilah peperanhan antara sultan-sultan tersebut (492H-497H)
- Situasi ini memberikan kesempatan pada kaum Salib untuk menyerang negara-negara Islam.

- Syaikh Abu Hamid Al-Gazali memimpin gerakan menghidupkan agama di antara manusia yang telah berlangsung selama 100 tahun lebih, hingga para pemimpin muslim tersebut menjadi probadi-pribadi seperti, Imadudian dan Nuruddina Zanki atau Shalahuddin al-Ayyubi.


Penjajahan Kaum Salib atas Palestina
Awal gerakan Salibiyah
- Tahun 477 H/1085 M. muncul Paus Gorgorion dan memulai seruan untuk katolik. Ia minta bantuan kepada Kaisar Bizantium untuk mengembalikan Bizntiyah (Turki) dari Saljuq ke pangkuan kaum salib. Maka inilah awal perseteruan dengan kaum muslimin.
- Tahun 480 H/1088 M, Paus Urban II memploklamirkan perang salib melawan kaum muslimin. Ia menebar permusuhan terhadap ummat Islam terkait perusakanya terhadap tempat-tempat suci masehi. Maka merebaklah perasaan benci kaum nashrani di Perancis dan Italia.
- Nurman menjajah kepulauan Soqoliah. Mereka bekerja sama dengan kelompok Fatimiyah untuk menghancurkan kaum Saljuq. Inilah pengkhianatan terbesar.
-  Tahun 488 H/26/11/1095 M. Paus Urban II menggelar pertemuan seluruh ummat Nashrani di Clairmont, Perancis untuk membentuk tentara nashrani untuk menjajah al-Quds. Ia juga mengadakan pertemuan serupa di sejumlah tempat serta menyerukan pembuatan bendera Salib dari kain, bahkan hingga pakaianya.
-  Pendeta mengadakan gerakan salib pertama dengan Ber Muflis dan menggempur kaum Saljuq di Turki hingga membunuh 33.000 orang. Tidak ada yang selamat dalam pertempuran itu, kecuali hanya 3000 orang saja.

Permulaan Gerakan Salib
-          Tahun 490 H/1096 M. muncul gerakan yang dikomandoi para pemimpin untuk mengumpulkan pasukan sebayak 150 ribu prajurit, dengan persenjataan terbaru dari Perancis dan Italia. Mereka dapat menghancurkan kaum Saljuq. Ibu kota Qana jatuh ke tangan kaum Salib.
-          Tahun 491 H/3/1098 M. Kota Raha jatuh ke tangan musuh, dan kaum Salib mendirikan pemerintahan pertama di Irak utara
-          Tahun 491 H/6/1098 M. Inthoqiyah jatuh ke tangan kaum Salib. Kota tersebut terampas dari tangan kaum muslimin, akibat dikepung selama sembilan bulan. Kaum Salib kemudian mendirikan pemerintahan kedua
-          Tahun 491 H/1097 M. Kaum Fatimiyah bekerja sama dengan kaum Salib menguasai kota Akka, Al-Quds pada bulan Pebruari 1098 M. Namun kaum Salib menolak melepaskan Al-Quds kepada kaum Fatimiyah
-          Tahun 491 H/1099, Kaum Salib beranjak dari Raha kemudian mereka menjajah Himsha, Ba’labak. Saat itu, sejumlah kota-kota Nashrani saling berkirim surat. Mereka saling dukung dari sisi pendanaan dan bantuan. Mereka kemudian menguasai Tripoli dan mendirikan pemerintahan ketiga.

Penjajahan Kaum Salib terhadap Palestina
-          Tahun 492 H/1099 M. Raimond menyiapkan seribu pasukan berkuda dan 5000 pasukan berjalan ke Al-Quds. Ia kemudian menguasai Beirut, Shaida, Akka, Ramallah, Lud, Bet Lehem, Qisariyah, Arsuf dan mengepung Al-Quds pada 7/6/1099 M.
-          Pada 24 Sya’ban 492 H/1099 M, Al-Quds jatuh ke tangan tentara Salib. Mereka membunuh 70.000 kaum muslimin. Diantara mereka para ulama, ahli ibadah, para imam, wanita, anak dan orang tua. Sementara itu, kerjaan Abasiyah di Bagdad dan Fatimiyah di Mesir tidak bertindak sama sekali !!!. Bertindak sebagai hakim di Al-Quds, Good Pray. Setelah itu, kemudian Nablus dan Hebron menyerahkan diri. Setelah itu, tentara Salib hanya tinggal 300 tentara berkuda dan 200 tentara infantry. Sebagian mereka kembali ke rumahnya masing-masing. Namun kaum muslimin tidak juga bergerak untuk memerangi kaum Salib yang hanya berjumlah 200 orang itu. Hingga kaum salib mendapatkan kekuatan kembali dari Eropa dan terpecahnya kaum muslimin.
-          Terdapat perbedaan apa yang dilakukan tentara Salib dengan toleransi yang diberikan Harun Al-Rasyid terhadap gereja dan tempat ibadah kaum Nashrani. Juga terdapat perbedaan mencolok antara penaklukan Umar Ibnu Khottob dan tindakan tentara Salib. Para penakluk al-Quds dari kalangan Islam membagi-bagi al-Quds. Sebagian untuk tempat ibadah di Masjid Al-Aqsha, sebagian untuk menyimpan perbekalan dan sebagian lagi untuk tempat tinggal prajurit.
-          Tanggal 15/6/1099 M, kota Yava jatuh ke tangan musuh dan bulan lima tahun 1100 sebelah timur Danau Tiberia jatuh juga ke tangan musuh.
-          Syawal 494 H/1100 M. kota Haifa jatuh ke tangan musuh, kemudian Warshuf dan qishariyah pada 17/5/1109 M.
-          Pada tahun 548 H/1153 M, kota Eskelon jatuh ke tangah musuh. Maka mulailah mereka membangun kerajaan Salib di Baitul Maqdis.
-          Sejumlah ulama melarikan diri ke Bagdad, menyerukan orang-orang di masjid-masjid untuk berjihad dan menyelamatkan Palestina dan Baitul Maqdis. Kholifah mengirimkan surat kepada para gubernur untuk mengumpulkan tentara, namun tidak ada satupun yang bergerak. Raja Nashrani terkesan dengan peradaban bangsa Arab. Mereka meniru bangsa Arab hingga dalam makanan, pakaianaaa dan cara hidup mereka. Banyak orang Nashrani ketika itu, berkunjung ke Syam dan meninggalkan Eropa
-          Tanggal 11/12/503 H/12/7/1109 M Kaum Salib mendirikan kerajaan Salib di Tripoli, setelah mengepungnya selama tujuh tahun.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan,
1. Jumlah kaum Salib terbatas, mereka berada di sejumlah tempat terpencil di Syam
2. Berlanjutnya pertempuran diantara kaum muslimin, menyebabkan sebagian mereka minta bantuan kepada kaum Salib, untuk memerangi sebagian lagi, karena tamak akan kekuasaan. Selain itu, penerapan hukum berperan dalam kelemahan dan kekalahan mereka. .

Jihad Kaum Muslimin Melawan kaum Salib
Jihadnya Modo, Ilgazi dan Eksenqir
-          Jihad kaum muslimin terus berlanjut melawan kaum Salib, tanpa berhenti dan tanpa organisi. Maka silih berganti kadang kemenangan di tangan kaum muslimin dan kadang kekalahan menimpa mereka dalam sejumlah pertempuran.
-          Pada 497 H/1104 M, bangsa Arab, Suku Kurdi dan Turki bersatu membentuk 10.000 pasukan. Mereka bertempur melawan tentara Salib hingga sungai Balij. Prang kalah dan pimpinanya (Bardawil) ditawan bersama delegasinya
-          Sebagian penduduk Palestina telah mengungsi ke sebelah timur Yordania dan Damascus. Mereka membantut kaum muslimin yang sedang berjihad. Mereka jadi pengikutnya. Salah seorang ahli sejarah bangsa Nashrani Willem mengatakan, mereka mengetahui musuh-musuh kita, karena memiliki informasi yang cukup tentang kehidupan kita.
-          Tahun 505 H/1112 M. Hakim Mosul, Modo berhasil menguasai Raha, sebelah utara Irak
-          Tahun 507 H/1114 M. Kaum muslimin dari Mosul, Sinjar dan Damascus berkumpul untuk memerangi kaum Salib di Tiberia dan memperoleh kemenangan. Lalu kaum muslimin menyerrang sejumlah tempat  berbeda-beda seperti Besan Akka lalu masuk Al-Quds. Namun Modo terbunuh syahid di Masjid Bani Umayah oleh tangan kelompok Batiniyah yang juga membunuhi banyak di kalangan para ulama dan para pemimpin kaum muslimin.
-          Tahun 512 H/1118 M. Hakim Halib, Ilgazi menyerang kaum Salib dan membunuh Syarahbil pemilik Inthaqiyah bersama 3000 pasukan berkuda dan 900 pasukan infantry
-          Tahun 513 H/1119 M Hakim narudin menaklukan Raha setelah bertempur dalam perang Qistho
-          Tahun 515 H/1121 M. Pemimpin Raha, Goslen dan pasukanya ditawan
-          Pada tahun 518 H/1125 Halib, Mosul, Sinjar dan Jazirah dibawah pimpinan Eqsinqir Bresqi, setelah melalui peperangan dengan Kaum Salib dan terbunuhnya raja Mosul di tangan kelompok Batiniyah tahun 520 H

Jihadnya Keluarga Zanki
Imaduddin Zanki berjihad melawan tentara Salib antara 521 – 541 H
-          Tahun 521 H. Imaddudin menjabat hakim Mosul, setelah ia berhasil menguasai Bashrah dan wilayah tengah di Irak
-          Tahun 522 H. Imaduddin menguasasi Halib
-          Tahun 524 H. Imad menang perang dan menguasai Hishan Atsarib
Untuk memenangkan atas kaum Salib Imaduddin mengumumkan kepada orang-orang
  1. Persatuan Islam dan meminta wilayah-wilayah yang berdekatan untuk bersatu
  2. Mengumumkan jihad dan memerintahkan para mujahidin untuk berangkat ke Mosul serta merespon orang-orang. Namun para pemimpin wilayah menolak ajakanya.
-          Tanggal 6 Jumadil Awwal 539 H/1145 M. Imaduddin berhasil membebaskan Halib dan menyiapkan tentara  yang kuat. Ia juga dapat menaklukan Himaah, Hishan al-Atsaraib, Himsha, Ba’labak, Sarji, Dara, Ma’rah, Kfar Thab, benteng Shuwar di Der Baker, Benteng Al-Akrad, Benteng Ba’rain, Syahar Zur, Al-Haditsah dan benteng Asyab.  Kemudian ditaklukannya Raha, lalu ditaklukanya sebelah utara Irak dari awal kembali dan dari semua operasi pasukan Salib dan sejumlah benteng.
-          Tahun 534 H/1140 M, Imaduddin berupaya menaklukan Damascus. Kemudian Hakim Damascus yang seorang muslim meminta Paus Kristen dalam serangan terbarunya menghentikan langkah Imaduddin. Hakim Damascus menguasai Baniyas dan menyerahkanya kepada kaum Salib.
-          Tanggal 5 Rabiul Awwal 541 H/15/9/1146 M. Kaum Batiniyah membunuh Imaduddin. Kemudian anaknya, Nurudin Zanki meneruskan perjuangan ayahnya. Ia menempuh perjalanan yang ditempuh ayahnya dalam berjihad selama 20 tahun dalam  usia sekitar 60 tahun dan pernah mengepung benteng Ja’bar. Demikianlah Imaduddin menjadi penghalang bagi kaum Salibis  di sejumlah tempat, terutama wilayah utara Syam, Irak dan membuat pangkalan untuk tempat pemberangkatan jihad yang lebih besar dan kuat. Mereka bekerja secara serius untuk membebaskan bumi ini dibawah bendera Islam dan juga mempersiapkan anaknya Nuruddin sebagai pelanjut jihad dan pembebasanya.

Nuruddin Imaduddin Zanki berjihad melawan tentara Salib 541 H/1146 M – 569 H/1174 M
Ia menerima kepemimpinan dari ayahnya untuk meneruskan perjuangan jihad. Ia adalah pemimpin terbesar kaum muslimin pada jamanya. Ia berjuanga selama 28 tahun untuk menyatukan ummat dan membebaskan wilayah kaum muslimin.
- Tahun 566 H/1170 M. Nuruddin berhasil menggabungkan Mosul, kemudian Hijaz, Yaman yang telah ditaklukan Shalahuddin Tauran Syah. Kemudian Tripoli barat dan wilayah sekitarnya tahun 568 H.
- Tahun 569 H/1173 M, Penggabungan Syam, Irak, Mesir, Hijaz dan Yaman. Kelompok Fatimiyah gagal memmbunuh Shalahuddin dan mulailah mereka mendekati kaum Salib.

Menghancurkan kekuatan kaum Salib.
Program jihad Nuruddin belum berhenti dari tahun 1146-1174 M. Ia berhasil menguasai secara bertahap kerajaan Salib. Ia mampu melemahkan kehebatanya dan menciderai kekuataya. Membebaskan secara bertahap tanah-tanah kaum muslimin. Hal itu sambil menunggu penyempurnaan persatuan Islam dan menyiapkan pertempuran terpisah untuk menciptakan kemenangan atas orang-orang Salib. Nuruddin berhasil membebaskan 50 kota dan benteng kaum Salib. Kerajaan Raha dan sekitarnya tahun 1146-1151 M. Lalu kerajaan Inthoqiah tahun 1147-1149 M. Ia juga telah menampar secara politik gerakan Salibis kedua tahun 1147-1148 pimpinan Raja perancis Lois IX dan Kaisar Jerman. Ia telah menghancurkan pengepungan terhadap Damascus dan memenangkan pertempuran dalam perang Tel haram pada bulan Ramadhan 559 H/11/8/1164 M. sebanyak 10 ribu pasukan Salibis terbunuh, sebagian terluka dan semua pemimpin kaum Salib tertawan, kecuali Raja Armenia dan pengepungan terhadap kerajaan Baitil Maqdis yang mematahkan kehebatan kaum Salib serta meningkatkan semangat di kalangan kaum muslimin.
- Tahun 569 H/1173 M. Nuruddin mempersiapkan Minbar Al-Aqsha dan menyiapkan serangan final terhadap al-Quds. Ia kemudian mengirim surat kepada Shalahuddin untuk menyiapkan hal tersebut. Saat itu, Shalahuddin tiba di Gaza dan Eskelon.
- Pada 11 Syawal 570 H/15/5/1174 M, Nuruddin wafat setelah menempuh perjalanan jihad dan telah membuka jalan bagi Shalahuddin Al-Ayubi untuk meneruskan amaliah jihadnya. Ia seorang ahli fiqh, ahli ibadah, zuhud dan termasuk salah seorang ulama dari para imam kekhilafahan  sebagaimana ditempuh khalifah Umar bin Abdul Aziz.

0 comments:

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More