Dari
pembahasan sebelumnya, terungkap bahwa kelemahan kekhilafahan Islam dari tahun
247 H, maka kekhalifahan hanya bersifat formalitas saja. Khalifah al-Mutawakil
dibunuh oleh komandan tentara Turki. Negara itu kemudian bergolak dari sisi
aparat negara dan penguasaan atas militer. Maka hal ini sudah menjadi tradisi
di tangan mereka. Di sisi lain pemerintahan sibuk bersenang-senang,
bermegah-megahan. Maka bangsa Syiah dan Fatimiyun menguasai negara tersebut.
- Pada
tahun 432 H/1040 M. kaum Saljuq menguasai Farsi dan sebelah utara Maroko,
Armenia, Asia Kecil (Turki), Bagdad tahun 1055 dan menang
- Pada
tahun 464 H/1071 M. kerajaan Saljuk terpecah setelah meninggalkan Sultan Malik
Syah.
- Tahun
489 H/1096 M. Kesultanan Faris, Khurosan, Halib, Damascus, Saljuq Romawi. Saat
itu, Palestina mengikuti pemerintahan Damascus dan terjadilah peperanhan antara
sultan-sultan tersebut (492H-497H)
-
Situasi ini memberikan kesempatan pada kaum Salib untuk menyerang negara-negara
Islam.
- Syaikh Abu Hamid Al-Gazali memimpin gerakan menghidupkan agama di antara manusia yang telah berlangsung selama 100 tahun lebih, hingga para pemimpin muslim tersebut menjadi probadi-pribadi seperti, Imadudian dan Nuruddina Zanki atau Shalahuddin al-Ayyubi.
Penjajahan Kaum Salib atas Palestina
Awal gerakan Salibiyah
- Tahun
477 H/1085 M. muncul Paus Gorgorion dan memulai seruan untuk katolik. Ia minta
bantuan kepada Kaisar Bizantium untuk mengembalikan Bizntiyah (Turki) dari
Saljuq ke pangkuan kaum salib. Maka inilah awal perseteruan dengan kaum
muslimin.
- Tahun
480 H/1088 M, Paus Urban II memploklamirkan perang salib melawan kaum muslimin.
Ia menebar permusuhan terhadap ummat Islam terkait perusakanya terhadap
tempat-tempat suci masehi. Maka merebaklah perasaan benci kaum nashrani di
Perancis dan Italia.
- Nurman
menjajah kepulauan Soqoliah. Mereka bekerja sama dengan kelompok Fatimiyah
untuk menghancurkan kaum Saljuq. Inilah pengkhianatan terbesar.
- Tahun 488 H/26/11/1095 M. Paus Urban II
menggelar pertemuan seluruh ummat Nashrani di Clairmont, Perancis untuk membentuk
tentara nashrani untuk menjajah al-Quds. Ia juga mengadakan pertemuan serupa di
sejumlah tempat serta menyerukan pembuatan bendera Salib dari kain, bahkan
hingga pakaianya.
- Pendeta mengadakan gerakan salib pertama
dengan Ber Muflis dan menggempur kaum Saljuq di Turki hingga membunuh 33.000
orang. Tidak ada yang selamat dalam pertempuran itu, kecuali hanya 3000 orang
saja.
Permulaan
Gerakan Salib
-
Tahun 490 H/1096 M. muncul gerakan yang
dikomandoi para pemimpin untuk mengumpulkan pasukan sebayak 150 ribu prajurit,
dengan persenjataan terbaru dari Perancis dan Italia. Mereka dapat
menghancurkan kaum Saljuq. Ibu kota Qana jatuh ke tangan kaum Salib.
-
Tahun 491 H/3/1098 M. Kota Raha jatuh ke tangan
musuh, dan kaum Salib mendirikan pemerintahan pertama di Irak utara
-
Tahun 491 H/6/1098 M. Inthoqiyah jatuh ke
tangan kaum Salib. Kota tersebut terampas dari tangan kaum muslimin, akibat
dikepung selama sembilan bulan. Kaum Salib kemudian mendirikan pemerintahan
kedua
-
Tahun 491 H/1097 M. Kaum Fatimiyah bekerja sama
dengan kaum Salib menguasai kota Akka, Al-Quds pada bulan Pebruari 1098 M.
Namun kaum Salib menolak melepaskan Al-Quds kepada kaum Fatimiyah
-
Tahun 491 H/1099, Kaum Salib beranjak dari Raha
kemudian mereka menjajah Himsha, Ba’labak. Saat itu, sejumlah kota-kota
Nashrani saling berkirim surat. Mereka saling dukung dari sisi pendanaan dan
bantuan. Mereka kemudian menguasai Tripoli dan mendirikan pemerintahan ketiga.
Penjajahan
Kaum Salib terhadap Palestina
-
Tahun 492 H/1099 M. Raimond menyiapkan seribu
pasukan berkuda dan 5000 pasukan berjalan ke Al-Quds. Ia kemudian menguasai
Beirut, Shaida, Akka, Ramallah, Lud, Bet Lehem, Qisariyah, Arsuf dan mengepung
Al-Quds pada 7/6/1099 M.
-
Pada 24 Sya’ban 492 H/1099 M, Al-Quds jatuh ke
tangan tentara Salib. Mereka membunuh 70.000 kaum muslimin. Diantara mereka
para ulama, ahli ibadah, para imam, wanita, anak dan orang tua. Sementara itu,
kerjaan Abasiyah di Bagdad dan Fatimiyah di Mesir tidak bertindak sama sekali
!!!. Bertindak sebagai hakim di Al-Quds, Good Pray. Setelah itu, kemudian
Nablus dan Hebron menyerahkan diri. Setelah itu, tentara Salib hanya tinggal
300 tentara berkuda dan 200 tentara infantry. Sebagian mereka kembali ke
rumahnya masing-masing. Namun kaum muslimin tidak juga bergerak untuk memerangi
kaum Salib yang hanya berjumlah 200 orang itu. Hingga kaum salib mendapatkan
kekuatan kembali dari Eropa dan terpecahnya kaum muslimin.
-
Terdapat perbedaan apa yang dilakukan tentara
Salib dengan toleransi yang diberikan Harun Al-Rasyid terhadap gereja dan tempat
ibadah kaum Nashrani. Juga terdapat perbedaan mencolok antara penaklukan Umar
Ibnu Khottob dan tindakan tentara Salib. Para penakluk al-Quds dari kalangan
Islam membagi-bagi al-Quds. Sebagian untuk tempat ibadah di Masjid Al-Aqsha,
sebagian untuk menyimpan perbekalan dan sebagian lagi untuk tempat tinggal
prajurit.
-
Tanggal 15/6/1099 M, kota Yava jatuh ke tangan
musuh dan bulan lima tahun 1100 sebelah timur Danau Tiberia jatuh juga ke
tangan musuh.
-
Syawal 494 H/1100 M. kota Haifa jatuh ke tangan
musuh, kemudian Warshuf dan qishariyah pada 17/5/1109 M.
-
Pada tahun 548 H/1153 M, kota Eskelon jatuh ke
tangah musuh. Maka mulailah mereka membangun kerajaan Salib di Baitul Maqdis.
-
Sejumlah ulama melarikan diri ke Bagdad,
menyerukan orang-orang di masjid-masjid untuk berjihad dan menyelamatkan
Palestina dan Baitul Maqdis. Kholifah mengirimkan surat kepada para gubernur
untuk mengumpulkan tentara, namun tidak ada satupun yang bergerak. Raja
Nashrani terkesan dengan peradaban bangsa Arab. Mereka meniru bangsa Arab
hingga dalam makanan, pakaianaaa dan cara hidup mereka. Banyak orang Nashrani
ketika itu, berkunjung ke Syam dan meninggalkan Eropa
-
Tanggal 11/12/503 H/12/7/1109 M Kaum Salib
mendirikan kerajaan Salib di Tripoli, setelah mengepungnya selama tujuh tahun.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan,
1. Jumlah kaum Salib terbatas, mereka berada di
sejumlah tempat terpencil di Syam
2. Berlanjutnya pertempuran diantara kaum
muslimin, menyebabkan sebagian mereka minta bantuan kepada kaum Salib, untuk
memerangi sebagian lagi, karena tamak akan kekuasaan. Selain itu, penerapan
hukum berperan dalam kelemahan dan kekalahan mereka. .
Jihad Kaum Muslimin Melawan kaum Salib
Jihadnya Modo, Ilgazi dan Eksenqir
-
Jihad kaum muslimin terus berlanjut melawan
kaum Salib, tanpa berhenti dan tanpa organisi. Maka silih berganti kadang
kemenangan di tangan kaum muslimin dan kadang kekalahan menimpa mereka dalam
sejumlah pertempuran.
-
Pada 497 H/1104 M, bangsa Arab, Suku Kurdi dan
Turki bersatu membentuk 10.000 pasukan. Mereka bertempur melawan tentara Salib
hingga sungai Balij. Prang kalah dan pimpinanya (Bardawil) ditawan bersama
delegasinya
-
Sebagian penduduk Palestina telah mengungsi ke
sebelah timur Yordania dan Damascus. Mereka membantut kaum muslimin yang sedang
berjihad. Mereka jadi pengikutnya. Salah seorang ahli sejarah bangsa Nashrani
Willem mengatakan, mereka mengetahui musuh-musuh kita, karena memiliki
informasi yang cukup tentang kehidupan kita.
-
Tahun 505 H/1112 M. Hakim Mosul, Modo berhasil
menguasai Raha, sebelah utara Irak
-
Tahun 507 H/1114 M. Kaum muslimin dari Mosul,
Sinjar dan Damascus berkumpul untuk memerangi kaum Salib di Tiberia dan
memperoleh kemenangan. Lalu kaum muslimin menyerrang sejumlah tempat berbeda-beda seperti Besan Akka lalu masuk
Al-Quds. Namun Modo terbunuh syahid di Masjid Bani Umayah oleh tangan kelompok
Batiniyah yang juga membunuhi banyak di kalangan para ulama dan para pemimpin
kaum muslimin.
-
Tahun 512 H/1118 M. Hakim Halib, Ilgazi
menyerang kaum Salib dan membunuh Syarahbil pemilik Inthaqiyah bersama 3000
pasukan berkuda dan 900 pasukan infantry
-
Tahun 513 H/1119 M Hakim narudin menaklukan
Raha setelah bertempur dalam perang Qistho
-
Tahun 515 H/1121 M. Pemimpin Raha, Goslen dan
pasukanya ditawan
-
Pada tahun 518 H/1125 Halib, Mosul, Sinjar dan
Jazirah dibawah pimpinan Eqsinqir Bresqi, setelah melalui peperangan dengan
Kaum Salib dan terbunuhnya raja Mosul di tangan kelompok Batiniyah tahun 520 H
Jihadnya Keluarga Zanki
Imaduddin Zanki berjihad melawan tentara Salib
antara 521 – 541 H
-
Tahun 521 H. Imaddudin menjabat hakim Mosul,
setelah ia berhasil menguasai Bashrah dan wilayah tengah di Irak
-
Tahun 522 H. Imaduddin menguasasi Halib
-
Tahun 524 H. Imad menang perang dan menguasai
Hishan Atsarib
Untuk memenangkan atas kaum Salib Imaduddin
mengumumkan kepada orang-orang
- Persatuan Islam dan meminta wilayah-wilayah yang berdekatan untuk bersatu
- Mengumumkan jihad dan memerintahkan para mujahidin untuk berangkat ke Mosul serta merespon orang-orang. Namun para pemimpin wilayah menolak ajakanya.
-
Tanggal 6 Jumadil Awwal 539 H/1145 M. Imaduddin
berhasil membebaskan Halib dan menyiapkan tentara yang kuat. Ia juga dapat menaklukan Himaah,
Hishan al-Atsaraib, Himsha, Ba’labak, Sarji, Dara, Ma’rah, Kfar Thab, benteng Shuwar
di Der Baker, Benteng Al-Akrad, Benteng Ba’rain, Syahar Zur, Al-Haditsah dan
benteng Asyab. Kemudian ditaklukannya
Raha, lalu ditaklukanya sebelah utara Irak dari awal kembali dan dari semua
operasi pasukan Salib dan sejumlah benteng.
-
Tahun 534 H/1140 M, Imaduddin berupaya
menaklukan Damascus. Kemudian Hakim Damascus yang seorang muslim meminta Paus
Kristen dalam serangan terbarunya menghentikan langkah Imaduddin. Hakim
Damascus menguasai Baniyas dan menyerahkanya kepada kaum Salib.
-
Tanggal 5 Rabiul Awwal 541 H/15/9/1146 M. Kaum
Batiniyah membunuh Imaduddin. Kemudian anaknya, Nurudin Zanki meneruskan
perjuangan ayahnya. Ia menempuh perjalanan yang ditempuh ayahnya dalam berjihad
selama 20 tahun dalam usia sekitar 60
tahun dan pernah mengepung benteng Ja’bar. Demikianlah Imaduddin menjadi penghalang
bagi kaum Salibis di sejumlah tempat,
terutama wilayah utara Syam, Irak dan membuat pangkalan untuk tempat
pemberangkatan jihad yang lebih besar dan kuat. Mereka bekerja secara serius
untuk membebaskan bumi ini dibawah bendera Islam dan juga mempersiapkan anaknya
Nuruddin sebagai pelanjut jihad dan pembebasanya.
Nuruddin Imaduddin Zanki berjihad melawan
tentara Salib 541 H/1146 M – 569 H/1174 M
Ia menerima kepemimpinan dari ayahnya untuk
meneruskan perjuangan jihad. Ia adalah pemimpin terbesar kaum muslimin pada
jamanya. Ia berjuanga selama 28 tahun untuk menyatukan ummat dan membebaskan
wilayah kaum muslimin.
- Tahun 566 H/1170 M. Nuruddin berhasil
menggabungkan Mosul, kemudian Hijaz, Yaman yang telah ditaklukan Shalahuddin
Tauran Syah. Kemudian Tripoli barat dan wilayah sekitarnya tahun 568 H.
- Tahun 569 H/1173 M, Penggabungan Syam, Irak,
Mesir, Hijaz dan Yaman. Kelompok Fatimiyah gagal memmbunuh Shalahuddin dan
mulailah mereka mendekati kaum Salib.
Menghancurkan
kekuatan kaum Salib.
Program
jihad Nuruddin belum berhenti dari tahun 1146-1174 M. Ia berhasil menguasai
secara bertahap kerajaan Salib. Ia mampu melemahkan kehebatanya dan menciderai
kekuataya. Membebaskan secara bertahap tanah-tanah kaum muslimin. Hal itu
sambil menunggu penyempurnaan persatuan Islam dan menyiapkan pertempuran
terpisah untuk menciptakan kemenangan atas orang-orang Salib. Nuruddin berhasil
membebaskan 50 kota dan benteng kaum Salib. Kerajaan Raha dan sekitarnya tahun
1146-1151 M. Lalu kerajaan Inthoqiah tahun 1147-1149 M. Ia juga telah menampar
secara politik gerakan Salibis kedua tahun 1147-1148 pimpinan Raja perancis
Lois IX dan Kaisar Jerman. Ia telah menghancurkan pengepungan terhadap Damascus
dan memenangkan pertempuran dalam perang Tel haram pada bulan Ramadhan 559
H/11/8/1164 M. sebanyak 10 ribu pasukan Salibis terbunuh, sebagian terluka dan
semua pemimpin kaum Salib tertawan, kecuali Raja Armenia dan pengepungan
terhadap kerajaan Baitil Maqdis yang mematahkan kehebatan kaum Salib serta
meningkatkan semangat di kalangan kaum muslimin.
- Tahun
569 H/1173 M. Nuruddin mempersiapkan Minbar Al-Aqsha dan menyiapkan serangan
final terhadap al-Quds. Ia kemudian mengirim surat kepada Shalahuddin untuk
menyiapkan hal tersebut. Saat itu, Shalahuddin tiba di Gaza dan Eskelon.
- Pada
11 Syawal 570 H/15/5/1174 M, Nuruddin wafat setelah menempuh perjalanan jihad
dan telah membuka jalan bagi Shalahuddin Al-Ayubi untuk meneruskan amaliah
jihadnya. Ia seorang ahli fiqh, ahli ibadah, zuhud dan termasuk salah seorang
ulama dari para imam kekhilafahan
sebagaimana ditempuh khalifah Umar bin Abdul Aziz.





0 comments:
Post a Comment