______________________________________________________________________
·
Al-Aqsha
adalah masjid kedua yang dibangun di atas muka bumi ini. Dari Abu Dzar
Al-Gifari ia berkata, Ya Rasulallah masjid mana yang pertama di bangun ? Nabi
menjawab, Masjid Al-Haram. Kemudian apa lagi, Nabi menjawab, lalu Masjid
Al-Aqsha. Berapa tahun di antara keduanya ?. Nabi menjawab empat puluh.
Kemudian Nabi menambahkan, Kapan saja kamu mendapati waktu shalat, maka shalatlah.
Semua bumi ini adalah tempat sujud.
·
Tanah tempat
Isra dan Mi’raj. Dari Anas bin Malik disebutkan bahwa Rasulallah SAW berkata,
saya datang dengan Burok adalah hewan yang putih tinggi di atas himar tetapi
dibawa unta ia menaruhku di dekat ujung lehernya. Nabi berkata, lalu aku naik
hingga baitul Maqdis. Aku berkata, kemudian aku mengikatnya dimana para Nabi
mengikaykan kendaraanya. Aku masuk masjid dan shalat di dalamnya dua rokaat.
Kemudian aku keluar dan Jibril menghampiriku dengan membawa nampan berisi
khamar dan satu lagi berisi susu. Maka aku meminum susu. Maka Jibril berkata,
engkau telah memilih fitrah kesucian kemudian kami naik (mi’raj) ke langit.
engkau telah memilih fitrah kesucian kemudian kami naik (mi’raj) ke langit.
·
Al-Aqsha dari
sekian mujizat Isra Dari Jabir bin
Abdullah bahwa ia mendengar
Rasulallah berkata:, ketika
orang-orang Qureish mendustakan aku, aku berdiri di atas batu, maka Allah
memuliakan aku dengan baitul Maqdis maka tersebarlah berita dari mereka tentang
ayat-ayatNya dan aku bisa melihatnya.
·
Kiblat
Pertama : dari Barra bin Azib semoga Allah meridhoi kepadanya, ia berkata :
Kami shalat menghadap Baitul Maqdis selama enam belas atau tujuh belas bulan,
kemudian dirubah menghadap kiblat.
·
Dianjurkan
bepergian menuju Masjid Al-Aqsha : dari Abi Said al-Kudriyi semoga Allah
meridhoinya ia berkata, telah bersabda Rasulallah SAW. “Tidak boleh diniatkan
bepergian kecuali kepada tiga masjid. Masjid Al-Haram, Masjid Al-Aqsha dan
Masjid aku ini.
·
Haji dan
Umrah berangkat dari Al-Aqsha : Dari Ummu Salamah semoga Allah meridhoinya ia
berkatam telah bersabda Rasulallah “barang siapa berihlal untuk beribadah haji
atau umrah dari Masjid Al-Aqsha ke Masjid Al-Haram, maka akan diampuni segala
dosanya yang telah lalu dan akan datang, dan wajib baginya surga.
·
Pahala Shalat
di Al-Aqsha dilipat gandakan : dari Maimunah bekas hamba sahaya Nabi ia
berkata, Ya Rasulallah fatwakan kepadaku tentang Baitul Maqdis. Nabi berkata,
tanah makhsyar, tanah al-Mansyar (tempat disebarkanya manusia) maka shalatlah
di dalamnya, karena shalat di dalamnya seperti 1000 kali shalat di tempat lain.
Aku berkata, jika aku tidak sanggup melaksanakanya?. Nabi menjawab, maka
berikanlah hadiah minyak yang bisa menerangi masjid Al-Aqsha. Barang siapa yang
bisa melakukan, maka seperti mendatanginya.
·
Diampuni dosa
orang yang shalat di al-Aqsha : dari Abdullah bin Amer bin Ash dari Nabi SAW ia
berkata, tatkala Sulaiman bin Dawud selesai membangun Baitul Maqdis. Ia berdo’a
kepada Allah tiga perkara. Satu hakim yang sama dengan hukumnya. Seorang raja
yang tidak ada setelahnya (bandinganya) dan tidak ada yang datang ke tempat ini
keucuali untuk shalat di dalamnya, kecuali ia akan keluar semua dosanya seperti
saat dilahirkan ibunya. Nabi berkata, adapun yang dua telah diberikan
kepadanya. Dan aku berharap semoga aku diberikan yang ketiganya.
·
Tanah Jihad
dan perjuangan : dari Abu Umamah Al-Bahili ia berkata, telah bersabda Rasuallah
SAW. Akan selalu ada di antara ummatku yang selalu menda’wahkan kebenaran atas
musuh-musuhnya dan mengalahkanya. Tidak ada yang memadaratkan mereka siapapun
yang menyalahinya. Kecuali apa yang menimpa mereka dari pada orang-orang yang
loyal kepadanya, hingga datang urusan Allah dan mereka tetap dalam keadaan
demikian. Para shahabat bertanya, ya Rasulallah mereka ada dimana ? Rasul
menjawab, mereka berada di sekeliling Baitul Maqdis.
·
Dari Abi
Hurairah dari Nabi SAW ia berkata, akan selalu ada sebagian ummatku yang
bertempur di depan gerbang Damaskus dan sekitarnya dan di depan Baitul Maqdis
dan sekitarnya. Tidak memadharatkan orang yang membiarkanya. Senantiasa membela
kebenaran hingga datangnya hari kiamat.
·
Para Malaikat
membentangkan sayapnya di Syam. Nabi berkata, alangkah baiknya Syam. Kami para
shahabat berkata, karena apa wahai Rasulallah? Nabi menjawab, karena para
malaikat membentangkan sayapnya di atas Syam.
·
Pertempuran
dengan Yahudi dan membunuh mereka di Palestina : dari Abu Hurairah semoga Allah
meridhoinya ia berkata, telah bersabda Rasulallah SAW. Tidak akan terjadi
kiamat hingga kaum muslimin memerangi bangsa Yahudi. Sehingga walau mereka
bersembunyi di balik batu dan kayu, maka batu dan kayu ini akan berkata, ya
muslim, ya Abdullah ini ada Yahudi di belakangku, kemarilah bunuhlah ia,
kecuali pohon Gorqod karena ia pohon Yahudi.
·
Munculnya
kekhilafahan dan terhapusnya Yahudi dari Baitul Maqdis : dari Abi Hiwalah
al-Azdi semoga Allah meridhoinya ia berkata, Rasulallah SAW menaruh tanganya di
atas kepalaku atau pundaknya kemudian ia berkata, Ya ibnu Hiwalah, jika kamu
melihat kekhilafahan dan telah hilangnya Baitul Maqdis, maka sungguh telah
dekat masa kegoncangan dan bencana serta peristiwa-peristiwa besar. Hari kiamat
pada hari itu, lebih dekat dari pada tangan ke kepalanya.
·
Kemenangan
Islam dan munculnya di Syam : Dari Abi Darda semoga Allah meridhoinya, ia
berkata, telah bersabda Rasulallah SAW, ketika aku tertidur aku melihat tiang
kitab yang akan bopong daribawah kepalaku. Aku mengira hal tersebut akan
hilang. Kemudian mataku mengikutinya dan ternyata mengarah ke Syam. Ketahuilah
sesunguhnya keimanan ini jika terjadi fitnah maka tempatnya di Syam.
·
Peperangan
dengan Dajjal dan membunuhnya di Palestina : dari junadah bin Abi Umiyah
al-Azdi ia berkata, saya pergi bersama seorang laki-laki dari kaum Anshar ke
salah seorang shahabat Rasulallah SAW. Lalu ia mengatakan, saya mendengar
Rasulallah SAW menyebutkan tentang Dajjal. Lalu menyebutkan haditsnya. Salah
satu tandanya adalah seseorang tinggal di bumi selama 40 pagi. Kerajaan
mencakup seluruh pelosok. Namun ia tak mendatangi empat masjid. Yaitu Masjid
ka’bah, Masjid Nabawi, Masjid Al-Aqsha dan Masjid Thursina.
·
Nabi Muhammad
mendo’akan keberkahan pada Al-Aqsha : dari Abdullah bin Umar ra ia berkata,
telah bersabda Rasulallah SAW. “ya Allah berkatilah kami dan warga Syam serta
Yaman. Ya Allah berikan barokhamu paada Syam dan Yama.





0 comments:
Post a Comment