SETIAP ORANG BISA MEMBEBASKAN PALESTINA

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sunday, 3 August 2014

Israel Melontarkan Roket ke Sekolah di Gaza City

Israel kian brutal, hari ini Israel melontarkan roket ke sebuah sekolah UNRWA-UNITED NATION di mana terdapat obat-obatan dan bantuan kemanusiaan di Gaza City.

Doakan terus warga Gaza.
Korban kian bertambah menjadi 1830 lebih tewas.
luka-luka 9370 lebih.

Pejuang Palestina tetap bersemangat berhadapn dg militer israel.
samapi detik ini tidak ada negara Arab yang bergabung dg pejuang Palestina di Gaza,

Abdillah Onim
Jurnalis Indonesia di Gaza saat ini

Sejarah Pembangunan Masjid al-Aqsha



Masjid al-Aqsha adalah masjid kedua yang dibangun di muka bumi ini. Tidak ada satu bentuk tempat ibadah pun yang ada di muka bumi saat Masjid al-Haram dan Masjid al-Aqsha dibangun. Para ulama berpendapat masjid ini dibangun oleh para malaikat atau oleh Nabi Adam ‘alaihissalam. Namun pendapat yang paling kuat adalah Masjid al-Aqsha dibangun oleh Nabi Adam. Jarak waktu pembangunan Masjid al-Haram dengan Masjid al-Aqsha adalah 40 tahun. Dalam Shahih Muslim diriwayatkan sebuah hadits dari Abu Dzar al-Ghifari radhiallahu ‘anhu, ia mengatakan,

“Wahai Rasulullah, masjid manakah yang pertama kali dibangun di muka bumi?” Beliau menjawab, “Masjid al-Haram.” Aku kembali bertanya, “Kemudian?” Beliau menjawab, “Masjid al-Aqsha.” Kutanya lagi, “Berapa tahunkah jarak pembangunan keduanya?” Beliau kembali menjawab, “40 tahun. Dimanapun engkau menjumpai waktu shalat, maka shalatlah, karena tempat (yang engkau jumpai itu) adalah masjid.”

Saat banjir besar yang melanda bumi di masa Nabi Nuh, masih bisa dijumpai sisa-sisa bangunan Masjid al-Aqsha yang dibangun oleh Nabi Adam.

Ibnu Hisyam dalam kitab at-Tijan fi Muluki-l Hamir mengatakan, “Setelah Adam‘alaihissalam membangun Ka’bah, Allah Ta’ala memerintahkannya untuk menempuh perjalanan ke Baitul Maqdis. Jibril mengawasi (atau memperhatikan) bagaimana Baitul Maqdis itu dibangun. Setelah Nabi Adam selesai membangunnya, beliau menunaikan ibadah di dalamnya.”

Nabi Ibrahim ‘alaihissalam tinggal dan memakmurkan Masjid al-Aqsha sekitar tahun 2000 SM, kemudian dilanjutkan anak-anak beliau dari kalangan para nabi, yakni Nabi Ishaq dan Nabi Ya’qub ‘alaihimassalam. Pada sekitar tahun 1000 SM, dilanjutkan oleh Nabi Sulaiman ‘alaihissalam. Dalam Sunan Ibnu Majah diriwayat sebuah hadits dari Abdullah bin Amr radhiallahu ‘anhuma bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Ketika Nabi Sulaiman merampungkan pembangunan Baitul Maqdis, beliau memohon kepada Allah tiga permintaan: (1) Memberi putusan hukum yang sesuai dengan hukum Allah, (2) Diberikan kerajaan yang tidak patut dimiliki oleh seorang pun setelah dirinya, (3) dan agar tak seorang pun yang datang ke Masjid al-Aqsha dengan keinginan menunaikan shalat di dalamnya, kecuali dihapuskan segala kesalahannya, (sehingga ia suci) seperti saat hari kelahirannya.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan, “Permintaan pertama dan kedua telah diberikan, dan aku berharap yang ketiga pun Allah kabulkan.” (HR. Ibnu Majah, no. 1408. Al-Albani mengatakan hadits ini shahih).

Secara tekstual, kita dapati hadits ini seolah-olah bertentangan dengan pendapat pertama yang mengatakan bahwa Nabi Adam-lah yang membangun Masjid al-Aqsha bukan Nabi Sulaiman. Para ulama, seperti Ibnul Jauzi, al-Qurthubi, dan selain keduanya menjelaskan bahwa yang dimaksud pembangunan oleh Nabi Sulaiman adalah perbaikan bukan membangunnya dari awal, sebagaimana Nabi Ibrahim membangun ulang Masjid al-Haram setelah Nabi Adam membangunnya pertama kali. Hal ini dikarenakan terdapat kerusakan yang diakibatkan banjir pada zaman Nabi Nuh.

Di saat Umar bin al-Khattab mengembalikan masjid ini ke pangkuan cahaya tauhid pada tahun 15 H/636 M, beliau radhiallahu ‘anhu membangun Jami’ al-Qibli sebagai inti dari Masjid al-Aqsha. Kemudian di masa kekuasaan Khalifah Bani Umayyah, Khalifah Abdul Malik bin Marwan, beliau membangun Qubbatu Shakhrakh (Dome of The Rock) dan pada masa Bani Umayyah juga Jami’ al-Qibli dan komplek Masjid al-Aqsha terus diperbaiki, setidaknya perbaikan terus berlangsung selama 30 tahun, mulai dari tahun 66 H/ 685 M - 96 H/715 M. Perbaikan itu membentuk bangunan Masjid al-Aqsha al-Mubarak seperti yang kita lihat saat ini.

Sumber: kisahmuslim.com

Sunday, 6 July 2014

"In Syaa Allah Al-Aqsa Akan Dibebaskan oleh Kaum Muslimin Indonesia" Ujar Kakek Tua Kepada Pelajar Asal Indonesia



Save Gaza !!!
"Kisah Penggetar Jiwa Dari Jalur Gaza"

Kisah ini adalah kisah nyata yang dikisahkan dan dituturkan langsung oleh Muhammad Husein. Sedikit dari pemuda Indonesia yang dirizkikan bisa belajar di Jalur Gaza. Bagaimana tidak, memilih belajar di Gaza, berarti memilih pamit dan meminta kepada ayah bunda untuk tidak berharap banyak menanti kepulangan buah hatinya.

Memilih belajar di Gaza, berarti memilih belajar di penjara terbesar dunia, sebuah kota di Palestina, yang berbatasan dengan "Um al-Dunya" Mesir. Kota yang dikelilingi dengan tembok tinggi kezaliman Zionisme.

Memilih belajar di Gaza, berarti memilih belajar di bawah hujan dan dentuman bom tamak keturunan para pembunuh Nabi dan Rasul. Kota yang tak memiliki kisah kecuali gugurnya bayi-bayi yang tak berdosa. Gugurnya pemuda-pemuda tegar yang tak rela agama dan bangsanya dihinakan. Gugurnya para orang tua yang meninggalkan anak-anak yatim, entah siapa yang mengasuh kelak. Kota dimana air, listrik, makanan, pakaian begitu sulit dan susah didapatkan.

Muhammad Husein, mahasiswa semester enam fakultas syari'ah islamiah di Islamic Univercity of Gaza yang juga merupakan alumni Ar-Rahman Qur'anic College (AQC), sebuah pesantren dengan program tahfidzh dan dirasah islamiyah di daerah Puncak Bogor, kemudian menuturkan:
"Tahun lalu, saat saya i'tikaf 10 terakhir Ramadan di sebuah masjid di jalur Gaza Utara. Suatu malam, sesaat setelah kami melaksanakan shalat tarawih berjama'ah, tiba tiba ada seorang paruh baya bergamis putih, mukanya cerah, janggutnya lebat enak dipandang. ada cahaya ketabahan dan ketangguhan memancar dari wajahnya. Ia kemudian mendatangiku, yang saat itu sedang duduk bersandar di bagian sudut tembok masjid. Tiba tiba ia mengajak salaman, dan tanpa basa-basi berkata kepadaku: "In syaa Allah Al-Aqsa akan dibebaskan oleh kaum muslimin Indonesia". Allahu Akbar !!!... sesaat saya tertegun, kaget, perasaanku bercampur baur mendengar perkataan pria tersebut. Ya Rab.. bukankah kami belum kenalan? lalu darimana ia mengetahui kalau saya dari Indonesia?.. Ya Rab jika memang itu benar, betapa mulia bangsa kami engkau pilih diantara yang membebaskan Al-Aqsa... Atau mungkin itu do'a dari pria tersebut untuk negri kami. Negri muslim terbesar di dunia dengan kekayaan alamnya yang melimpah ruah, yang seharusnya menjadi negri yang kuat, disegani, tak lagi terjajah baik secara ideologi maupun sumber daya alam. Negri yang seharusnya mengangkat luka, memberi asa, serta berada dibarisan pertama untuk membela negri-negri muslim yang tertindas. Allahumma Aamiin.

Writen by: Abu Fatih Umar Makka.
(Penulis adalah Sekjend Spirit of Aqsa SOA, penerima beasiswa Program Doktor Pendidikan Islam Universitas Ibn Khaldun dari Baznas dan DDII).

Save Gaza !!!
"RAMADAN BULAN KEMENANGAN" Seruan Surga Dari Bumi Syam, Siapa Yang Menyambut?

Berikan donasi terbaik kita untuk saudara kita di Gaza yang beberapa hari ini dibombardir oleh Zionis la'natullah.

REK. Peduli PALESTINA.
BNI SYARIAH No Rek. 0263336655 an Bachtiar Nasir QQ Spirit of Aqsa.

Contact Person:
Maya 08159286168
Yura 08151645865
Witra 081210065949
Syukriwan 08999666999

Tuesday, 6 May 2014

Video Mengharukan Tentara AS Membela Muslim yang 'Diserang'

"I don't want a terrorist touching my food or taking my order," kata seorang pria pada kasir yang memakai peci dan baju koko itu. Video ini diambil menggunakan CCTV sebuah toko. Sepanjang video pria tersebut mengeluarkan kata-kata sindiran yang tajam terhadap kasir muslim sebuah toko di Amerika. Tapi ternyata yang terjadi di luar dugaan. Hampir semua orang yang ada di toko tersebut, mereka warga Amerika, ternyata malah membela sang kasir muslim.Simak bagian akhir video ini, bahkan seorang tentara Amerika pun membela kasir muslim tersebut. :')

Muslim bukan teroris

http://www.youtube.com/watch?v=Wk_u_eUqTmY&feature=youtu.be

Sumber : http://www.lintas.me/news/other/editor/video-mengharukan-tentara-as-membela-muslim-yang-diserang

Tuesday, 15 April 2014

Bagaimana Kaum Muslimin Membunuh Drakula (3 – Habis)

Radu vs Drakula: Saudara Sedarah

Ketika Târgovişte diambil alih, Drakula melarikan diri menuju Transylvania dengan harapan akan menemukan perlindungan dari putra John Hunyadi, Matthias Corvinus. Ini adalah khas oportunisme Drakula dan kurangnya penghormatan terhadap agama, ia kemudian menawarkan diri untuk menjadi seorang Katolik untuk meraih hati Corvinus.
Dari situ, dia memulai kampanye perang gerilya melawan Ottoman. Satu literatur menyatakan,  dia pernah membantai 15.000 tentara Ottoman dalam satu malam saja.
Sementara, di tempat lain, Radu—saudaranya sendiri—terus mencari Drakula.
Ironisnya, Corvinus kemudian memenjarakan Drakula selama 12 tahun atas tuduhan pengkhianatan tingkat tinggi terhadap orang yang memberinya perlindungan. Orang-orang dari Wallachia dan bangsawan Kristen sudah tak tahan lagi terhadap Drakula. Akhirnya mereka menghadap Radu dan menyatakan dukungannya.
Radu memerintah wilayah itu selama 11 tahun sampai kematiannya, sementara Drakula terbuang jauh di penjara Budapest, dan dengan sabar menunggu untuk bangkit kembali dari kegelapan.
Bebasnya Drakula dan Pertempuran Terakhir
Setelah kematian Radu pada tahun 1473, Drakula dibebaskan dari penjara. Dia segera mengumpulkan tentaranya dan menyerang Bosnia, membantai penduduk Muslim dan menggantung 8.000 orang di antara di sebuah hutan.
Sekali lagi, Drakula telah muncul dari kegelapan dengan tujuan menghilangkan Islam dari Balkan selamanya. Dia akhirnya memperoleh tahta Wallachia setelah saudaranya meninggal, tapi hanya bertahan untuk satu bulan.
Sultan Mehmet menyerbu Wallachia untuk menumpas manusia tak punya hati ini dari tahta Radu, sahabatnya. Tahta itu memang kosong setelah Radu wafat.
Pada 1476 pasukan Sultan Mehmet menghadapi kekuatan Drakula di Bucharest, Rumania. Tentara Drakula diserbu dan semuanya tewas, termasuk Drakula sendiri. Vampir itu disembelih. Tapi itu tidak cukup. Kepalanya dipotong dan diawetkan dalam stoples madu dan dikirim ke Konstantinopel. Di sana, kepala Drakula digantung pada sebuah tiang di tengah-tengah kota agar semua orang bisa melihatnya dan juga agar tidak ada keraguan atau misteri.
Kaum Muslim akhirnya, membunuh Drakula.
2500 tahun kemudian, Drakula hidup kembali lewat Bram Stroker, lewat film dan buku—dan menjauhkan sejarah panjang tentangnya yang sudah membantai ribuan umat Islam. [sa/islampos/world bulletin]
HABIS

Bagaimana Kaum Muslimin Membunuh Drakula (2)

Kebangkitan Drakula
PENGKHIANATAN adalah cara Wallachia yang paling tua dalam sejarah Islam. Dan dalam satu pengkhianatan singkat semacam itu, Vlad II diam-diam membiarkan anak-anaknya, Mircea dan Vlad IV, untuk memulai suatu pemberontakan.
Drakula muda melihat ini dan kemudian bergabung dalam pemberontakan Mircea melawan Ottoman serta klan Danesti yang didukung oleh panglima perang Hungaria, John Hunyadi. Pada akhirnya, Hunyadi menyerbu Ayah Drakula, membunuhnya di rawa-rawa Bălteni, sebelum dibutakan dan dikubur hidup-hidup di Mircea Târgovişte.
Hunyadi kemudian menunjuk Vladislav II sebagai Pangeran Danesti, dan mempunyai kekuasaan lebih daripada Wallachia. Dalam ambisinya dan nafsu kekuasaan, Drakula mengesampingkan setiap sentimen dendam akan ayahnya yang disembelih. Ia bekerja untuk Hunyadi sebagai penasihatnya. Ketika John Hunyadi pergi untuk menghadapi Turki di Belgrade di Serbia, Drakula menyerang dan membunuh Vladislav dan merebut tahta kekuasaan.
Satu wabah penyakit pecah di kamp Hunyadi itu, menginfeksi Vlad dan menyebabkan kematiannya. Sultan Mehmet terluka parah dalam pertempuran. Peristiwa ini menjadikan Drakula memerintah Wallachia selama 6 tahun. Itu satu-satunya saat ia memerintah rumahnya sendiri begitu lama.
Impaler
“Aku telah membunuh hampir semua orang, laki-laki dan perempuan, tua dan muda … Kami membunuh 23.884 orang Turki dan Bulgaria tanpa menghitung mereka yang kami bakar di rumahnya atau yang kepalanya yang langsung dipenggal oleh tentara kami…” (Drakula, dalam sebuah surat kepada Matthias Corvinus—rivalnya).
Ketika Sultan Mehmet melihat hutan-hutan gundul yang busuk di kejauhan, ia segera menyadari kengerian apa yang tengah menghampirnya. Mereka begitu dekat ke tujuan mereka, ibukota Wallachia dari Târgovişte, tapi angka pasukan di kavaleri semakin tidak jelas, susah, diatur dan infanteri merasa sakit. Ketika itu ia menyadari, ia sudah melewati 20.000 mayat, laki-laki, perempuan dan anak-anak, semua korban Drakula di musim dingin 1462.
Sebagai seorang yang mengerti tentang Islam, dia bergerak bebas di lingkungan kamp Ottoman. Ia menjadi seorang Turki tanpa diketahui. Akibatnya, sangat mematikan bagi umat Islam. Drakula memasuki Serbia dengan anak buahnya berpakaian sebagai Sipahis Turki dan membantai semua penduduk Muslim di sebuah desa, dan orang-orang non-Muslim menunjukkan kepadanya dimana saja Muslim di desa itu.
Tujuannya adalah meninggalkan kenang-kenangan mengerikan untuk Sultan Mehmet yang akan segera mengambil ibukota mereka. Mereka mendirikan monumen ini sebagai alarm untuk Sultan dan meneror pasukannya dengan harapan bahwa Sultan dan pasukannya mungkin berbalik dan mundur kembali ke barak.
Yang luar biasa adalah bahwa tidak ada catatan desersi massa apapun soal tentara Ottoman setelah menyaksikan ini. Namun, beberapa sejarawan menyimpulkan bahwa Sultan Mehmet II kehilangan selera untuk memburu ‘vampir’ setelah invasi Wallachia ini, dan meninggalkan tugas hingga satu-satunya tujuan adalah memburu Drakula dan membunuhnya.
Setelah mengambil ibukota Wallachia dari Târgovişte, Mehmet kembali ke barak, menugaskan perburuan Drakula kepada Radu. Semua orang tahu, orang terbaik yang bisa memburu Drakula hanya satu, saudara kandungnya sendiri.
Kejadian ini menjadikan Drakula disebut sebagai Vlad Dalam bahasa Rumania, “Tepes” yang berarti “Impaler”—atau kurang lebih taring yang menggantung. Legenda mengatakan bahwa jika Anda berada dalam jarak dekat, Anda bisa melihat taring Drakula sebagai peringatan tersembunyi atas seorang vampir yang mengerikan, bernafsu terhadap darah. [sa/islampos/world bulletin]
BERSAMBUNG

Wednesday, 9 April 2014

Keutamaan Shalat Dhuha

Shalat Dhuha mempunyai kedudukan mulia. Disunnahkan untuk kita kerjakan sejak terbitnya matahari sampai menjelang datangnya shalat dzuhur.
Seperti diungkap oleh Sayid Muhammad bin Alwi al-Maliki dalam bukunya Khasais al-Ummah al-Muhamadiyah tentang keutamaannya, penulis membeberkan keutamaan-keutamaan yang disediakan oleh Allah bagi hamba yang menunaikannya lengkap dengan sumber haditsnya.
Pertama, orang yang shalat Dhuha akan diampuni dosa-dosanya oleh Allah. “Barangsiapa yang selalu mengerjakan shalat Dhuha niscaya akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Turmudzi)
Kedua, barangsiapa yang menunaikan shalat Dhuha ia tergolong sebagai orang yang bertaubat kepada Alah. “Tidaklah seseorang selalu mengerjakan shalat Dhuha kecuali ia telah tergolong sebagai orang yang bertaubat.” (HR. Hakim).
Ketiga, orang yang menunaikan shalat Dhuha akan dicatat sebagai ahli ibadah dan taat kepada Allah. “Barangsiapa yang shalat Dhuha dua rakaat, maka dia tidak ditulis sebagai orang yang lalai. Barangsiapa yang mengerjakannya sebanyak empat rakaat, maka dia ditulis sebagai orang yang ahli ibadah. Barangsiapa yang mengerjakannya enam rakaat, maka dia diselamatkan di hari itu. Barangsiapa mengerjakannya delapan rakaat, maka Allah tulis dia sebagai orang yang taat. Dan barangsiapa yang mengerjakannya dua belas rakaat, maka Allah akan membangun sebuah rumah di surga untuknya.” (HR. At-Thabrani).
Keempat, orang yang istiqamah melaksanakan shalat Dhuha kelak ia akan masuk surga lewat pintu khusus, pintu Dhuha yang disediakan oleh Allah. “Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pintu bernama pintu Dhuha. Apabila Kiamat telah tiba maka akan ada suara yang berseru, ‘Di manakah orang-orang yang semasa hidup di dunia selalu mengerjakan shalat Dhuha? Ini adalah pintu buat kalian. Masuklah dengan rahmat Allah Subhanahu Wata’ala.” (HR. At-Thabrani).
Kelima, Allah menyukupkan rezekinya. “Wahai anak Adam, janganlah engkau merasa lemah dari empat rakaat dalam mengawali harimu, niscaya Aku (Allah) akan menyukupimu di akhir harimu.” (HR. Abu Darda`).
Keenam, orang yang mengerjakan shalat Dhuha ia telah mengeluarkan sedekah. “Hendaklah masing-masing kamu bersedekah untuk setiap ruas tulang badanmu pada setiap pagi. Sebab tiap kali bacaan tasbih itu adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada yang ma’ruf adalah sedekah, mencegah yang mungkar adalah sedekah. Dan sebagai ganti dari semua itu, maka cukuplah mengerjakan dua rakaat sholat Dhuha.” (HR Muslim).
Selain keutamaan yang sudah disebutkan di atas, masih ada keutamaan lainnya yang sayang untuk dilewatkan begitu saja. Yaitu dengan mengerjakan shalat Dhuha ada pahala besar berupa pahala seperti orang yang haji dan umrah yang diterima oleh Allah. Barangkali kemuliaan ini masih belum diketahui oleh banyak orang.
Bunyi haditsnya, “Barangsiapa shalat subuh dengan berjamaah, kemudian duduk berdizkir kepada Allah sampai matahari terbit, lalu shalat dua rakaat, dia mendapat pahala seperti haji dan umrah yang sempurna, sempurna, sempurna.” (HR. Turmudzi).
Dalam buku yang berjudul Panduan Shalat Dhuha (Terbitan Darul Uswah, Yogyakarta, 2013) yang ditulis oleh Ibrahim an-Naji dan diterjemahkan oleh Ahmad Suryana ini, diketengahkan syarat-syarat untuk dapat meraih pahala umrah dan haji yang sempurna itu.
Pertama, diawali dengan shalat subuh berjamaah, meski tidak dilakukan di masjid seperti mushalla, ini sudah cukup. Batas minimalnya shalat berjmaah adalah antara imam dan makmun.
Kedua, duduk di tempat shalatnya sampai terbitnya matahari.
Ketiga, tidak mengerjakan perbuatan yang tidak bermanfaat. Syarat keempat menyibukkan diri dengan berzikir hingga waktu dibolehkannya shalat Dhuha.
Imam al-Ghazali menyebutkan amalan-amalan yang dilakukan di waktu antara subuh dan shalat Dhuha: berdoa, berzikir dengan tasbih, membaca al-Qur`an dan bertafafkur.
Kelima, mengerjakan shalat Dhuha di tempat ia berzikir tersebut meski hanya dua rakaat.
Joging 20 menit menyehatkan tubuh, shalat Dhuha 2 rakaat tenangkan jiwa,” tulis sahabat saya suatu kali, maka bukan hanya jiwa yang tenang, dosa pun diampuni, dimudahkan dalam menjemput rezeki dan pahala umrah serta haji dapat diraih.
Berbahagilah orang yang shalat Dhuha. Mengawali pagi dengan ibadah. Santapan ruhani yang menggenapkan semangat menjalani kehidupan dengan penuh keyakinaan dan tawakal. Dari awal hingga akhir menautkan diri kepada Allah yang Maha Kaya.
Mudah-mudahan dengan mengetahui keutamaan shalat Dhuha kita lebih istiqamah melaksanakan shalat yang satu ini.*/penulis adalah pengajar di Pesantren Darut Tauhid, Malang

Sumber : http://www.hidayatullah.com/kajian/gaya-hidup-muslim/read/2013/12/05/7637/berbahagilah-bagi-anda-yang-rajin-shalat-dhuha.html#.U0YIsKJhVxE

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More