SETIAP ORANG BISA MEMBEBASKAN PALESTINA

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sunday, 6 July 2014

"In Syaa Allah Al-Aqsa Akan Dibebaskan oleh Kaum Muslimin Indonesia" Ujar Kakek Tua Kepada Pelajar Asal Indonesia



Save Gaza !!!
"Kisah Penggetar Jiwa Dari Jalur Gaza"

Kisah ini adalah kisah nyata yang dikisahkan dan dituturkan langsung oleh Muhammad Husein. Sedikit dari pemuda Indonesia yang dirizkikan bisa belajar di Jalur Gaza. Bagaimana tidak, memilih belajar di Gaza, berarti memilih pamit dan meminta kepada ayah bunda untuk tidak berharap banyak menanti kepulangan buah hatinya.

Memilih belajar di Gaza, berarti memilih belajar di penjara terbesar dunia, sebuah kota di Palestina, yang berbatasan dengan "Um al-Dunya" Mesir. Kota yang dikelilingi dengan tembok tinggi kezaliman Zionisme.

Memilih belajar di Gaza, berarti memilih belajar di bawah hujan dan dentuman bom tamak keturunan para pembunuh Nabi dan Rasul. Kota yang tak memiliki kisah kecuali gugurnya bayi-bayi yang tak berdosa. Gugurnya pemuda-pemuda tegar yang tak rela agama dan bangsanya dihinakan. Gugurnya para orang tua yang meninggalkan anak-anak yatim, entah siapa yang mengasuh kelak. Kota dimana air, listrik, makanan, pakaian begitu sulit dan susah didapatkan.

Muhammad Husein, mahasiswa semester enam fakultas syari'ah islamiah di Islamic Univercity of Gaza yang juga merupakan alumni Ar-Rahman Qur'anic College (AQC), sebuah pesantren dengan program tahfidzh dan dirasah islamiyah di daerah Puncak Bogor, kemudian menuturkan:
"Tahun lalu, saat saya i'tikaf 10 terakhir Ramadan di sebuah masjid di jalur Gaza Utara. Suatu malam, sesaat setelah kami melaksanakan shalat tarawih berjama'ah, tiba tiba ada seorang paruh baya bergamis putih, mukanya cerah, janggutnya lebat enak dipandang. ada cahaya ketabahan dan ketangguhan memancar dari wajahnya. Ia kemudian mendatangiku, yang saat itu sedang duduk bersandar di bagian sudut tembok masjid. Tiba tiba ia mengajak salaman, dan tanpa basa-basi berkata kepadaku: "In syaa Allah Al-Aqsa akan dibebaskan oleh kaum muslimin Indonesia". Allahu Akbar !!!... sesaat saya tertegun, kaget, perasaanku bercampur baur mendengar perkataan pria tersebut. Ya Rab.. bukankah kami belum kenalan? lalu darimana ia mengetahui kalau saya dari Indonesia?.. Ya Rab jika memang itu benar, betapa mulia bangsa kami engkau pilih diantara yang membebaskan Al-Aqsa... Atau mungkin itu do'a dari pria tersebut untuk negri kami. Negri muslim terbesar di dunia dengan kekayaan alamnya yang melimpah ruah, yang seharusnya menjadi negri yang kuat, disegani, tak lagi terjajah baik secara ideologi maupun sumber daya alam. Negri yang seharusnya mengangkat luka, memberi asa, serta berada dibarisan pertama untuk membela negri-negri muslim yang tertindas. Allahumma Aamiin.

Writen by: Abu Fatih Umar Makka.
(Penulis adalah Sekjend Spirit of Aqsa SOA, penerima beasiswa Program Doktor Pendidikan Islam Universitas Ibn Khaldun dari Baznas dan DDII).

Save Gaza !!!
"RAMADAN BULAN KEMENANGAN" Seruan Surga Dari Bumi Syam, Siapa Yang Menyambut?

Berikan donasi terbaik kita untuk saudara kita di Gaza yang beberapa hari ini dibombardir oleh Zionis la'natullah.

REK. Peduli PALESTINA.
BNI SYARIAH No Rek. 0263336655 an Bachtiar Nasir QQ Spirit of Aqsa.

Contact Person:
Maya 08159286168
Yura 08151645865
Witra 081210065949
Syukriwan 08999666999

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More